|
Kolom Dosen -
Fakultas Ekonomi
|
|
Oleh DR. Ir. Perdana Wahyu Santosa, MM
|
|
Jumat, 08 Januari 2010 11:40 |
|
Review dan Prospek Pasar Modal 2010 Oleh DR. Ir. Perdana Wahyu Santosa, MM[1]
Review 2009: Flying High Again
Awal tahun 2009 lalu pasar modal BEI didera penurunan luar biasa tajam akibat kecemasan mendalam akan kehancuran ekonomi global yang berawal dari krisis subprime mortgage di AS dan sebagian Eropa. Krisis instrumen derivatif berlandaskan aset KPR berkualitas rendah tersebut menjalar begitu cepat sekaligus sangat dahsyat. Hampir semua pasar modal baik emerging market ataupun pasar yang sudah efisien mengalami kejatuhan luar biasa. Tingkat kejatuhan pasar modal global mencapai kisaran 60-80%. Krisis tersebut menghapus sebagian besar kekayaan para investor kakap yang telah berinvestasi selama satu dekade. Dari rakyat biasa hingga para analis keuangan, ekonom sampai dengan petinggi negara membicarakan krisis ekonomi disertai bumbu politik, anti-kapitalisme, neo-liberalisme, dan berbagai penyedap lainnya sesuai dengan motif masing-masing kelompok. Perekonomian dan pasar finansial berada pada kondisi yang rentan dan penuh ketidak-pastian tanpa gairah pada saat itu, plus kerawanan isu sosial politi jelang pemilu pada paruh pertama 2009.
Namun orang bijak menatap dengan cara lain, katanya setiap krisis akan menciptakan berbagai peluang bisnis dan investasi. Ketika pasar modal BEI terjungkal hebat hingga level 1.100 an per Januari 2009, dunia seolah terbalik dimana investor kaya menjadi “miskin” dan terbuka peluang besar bagi para investor baru “newbie” untuk menjadi kaya. Investor baru dapat masuk pada saat harga-harga saham terdiskon sangat rendah akibat krisis ekonomi dan panic selling yang berlebihan. Ini jelas peluang langka. Untuk mendapatkan peluang investasi sebaik ini mungkin harus menunggu selama kurun 10 tahun lagi. Situasi saat itu dapat disebut maximum investment opportunity. Namun, peluang berharga tersebut kurang dimanfaatkan akibat rasa takut dan dampak psikologis yang dalam akibat kejatuhan pasar finansial dunia.
|
|
Update terakhir pada Jumat, 08 Januari 2010 11:58 |
|
Selengkapnya...
|
|
Kolom Dosen -
Fakultas Kedokteran
|
|
Oleh dr. Ferryal Basbeth, SpF
|
|
Kamis, 17 Desember 2009 12:28 |
|
Artikel Dosen tentang "Sejauh mana competency dan capacity diperlukan dalam pengambilan consent seseorang?"
klik disini
oleh :
dr. Ferryal Basbeth, SpF
Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jl. Letjen Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510, Indonesia Phone: 62-21 4206676 ext. 3103 Fax: 62-21 4244574 www.yarsi.ac.id
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
|
|
Kolom Dosen -
Fakultas Ekonomi
|
|
Oleh DR. PERDANA WAHYU SANTOSA
|
|
Jumat, 11 Desember 2009 15:49 |
|
Pertumbuhan Rerata Tahunan 2002-2008 PT Medco Energi Internasional Tbk
Oleh: DR. PERDANA WAHYU SANTOSA [1]
Profil Emiten
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) merupakan kontraktor pengeboran pertama yang dimiliki Indonesia ketika didirikan pada tanggal 9 Juni 1980 oleh Ir. Arifin Panigoro dari ITB. Selanjutnya MEDC berkembang menjadi perusahaan energi terpadu dengan kegiatan usaha yang melebar dari eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi hingga ke industri methanol, LPG dan pembangkit listrik, serta jasa-jasa penunjang lainnya. Bisnis supporting service MEDC saat ini meliputi jasa pengeboran, penyewaan dan pengoperasian rig, investasi dan distribusi. Kegiatan bisnis keluarga Panigoro ini terus merambah hingga ke Amerika, Australia, Malaysia, dan Timur Tengah. Dari berbagai sumber pendapatan MEDC, per 30 Juni 2009, kontribusi penjualan minyak dan gas bersih merupakan pendapatan terbesar MEDC, yaitu sebesar 73%.
|
|
Update terakhir pada Jumat, 11 Desember 2009 16:32 |
|
Selengkapnya...
|
|
Kolom Dosen -
Fakultas Psikologi
|
|
Oleh Dosen Fakultas Psikologi
|
|
Selasa, 08 Desember 2009 14:18 |
|
The Genain Quadruplets: Kembar Empat yang Mengalami Gangguan Jiwa
Kembar empat dan semuanya mengalami gangguan jiwa?? Memangnya ada?? Benar, ini adalah peristiwa langka. Menurut Rosenthal -seorang peneliti-- kejadian ini hanya terjadi satu kali dari 1,5 juta kelahiran.
The Genain Quadruplets merupakan fenomena unik dan langka di dunia kesehatan. Tidak hanya kembar identik, keempat bersaudara tersebut juga sama-sama mengidap Skizofrenia.
Skizofrenia adalah gangguan mental yang ditandai adanya perpecahan antara pikiran, emosi, dan perilaku pada penderita. Gangguan ini di-ciri khas-i dengan hadirnya delusi dan halusinasi.
Delusi merupakan keyakinan keliru yang dihayati & tetap dipertahankan meskipun dihadapkan pada cukup bukti tentang kekeliruannya. Jenis delusi beranekaragam. Salah satu contohnya adalah penderita bisa saja merasa ada alien yang datang dan menanamkan elektroda di kepalanya.
Halusinasi merupakan persepsi keliru yang dialami panca indra meski sebenarnya tidak terdapat stimulus yang nyata. Halusinasi yang biasa terjadi adalah penderita merasa mendengar suara yang menyuruhnya untuk melakukan bunuh diri.
Selain delusi dan halusinasi, penderita memiliki kontak yang amat buruk dengan realita. Mereka tidak sadar dan tidak memiliki kontrol atas apa yang dilakukannya.
Simpelnya, salah satu contoh konkrit Skizofrenia adalah orang kurang waras yang sering keluyuran di jalan dan dikerjai anak-anak nakal sebelum akhirnya diangkut dinas sosial. Mereka mengenakan pakaian yang nggak banget (biasanya lusuh atau nggak matching), suka ngomong sendiri dengan bahasa yang tidak dimengerti atau cengengesan bodoh tanpa sebab yang jelas. Umumnya mereka mengalami Skizofrenia tipe Differentiated atau yang dahulu lebih dikenal dengan nama Skizofrenia tipe Hebrefenik.
Keberadaan keempat gadis Genain tersebut amat krusial karena menunjukan betapa besarnya pengaruh genetik terhadap timbulnya Skizofrenia. Sejak tahun 1950an, mereka menjalani perawatan di US National Institute of Mental Health dan menjadi fokus penelitian intensif yang dilakukan oleh para ahli.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
News -
YARSI Latest News
|
|
Oleh Administrator
|
|
Rabu, 23 Desember 2009 21:23 |
|
NPF Sektor Industri dan Perdagangan Meningkat
By Republika Newsroom Selasa, 08 Desember 2009 pukul 16:12:00
JAKARTA--Sektor industri dan perdagangan menjadi sektor yang mengalami peningkatan pembiayaan bermasalah dibanding sektor lainnya. Berdasarkan statistik publikasi BI,Sektor industri mencatat kenaikan pembiayaan bermasalah Rp 25 miliar menjadi Rp 208 miliar di Oktober 2009, sedangkan sektor perdagangan naik Rp 21 miliar menjadi Rp 465 miliar. Jumlah pembiayaan bermasalah adalah Rp 2,49 triliun dari total pembiayaan Rp 45,2 triliun atau 5,51 persen. Rasio pembiayaan bermasalah (non performing finance/NPF) perbankan syariah yang masih mencapai diatas ketentuan Bank Indonesia terjadi karena masih terkena dampak akibat krisis ekonomi global. Menurut pengamat ekonomi syariah Perdana Wahyu Santosa, setiap sektor yang dibiayai jika mengalami gangguan maka akan mengalami masalah, termasuk lembaga keuangan syariah. "Saat krisis terjadi baik bank konvensional dan syariah akan terkena dampaknya karena bisnis yang dibiayai juga akan terganggu," kata Wahyu kepada Republika, Selasa (7/12).
|
|
Selengkapnya...
|
|
News -
Smart Stories
|
|
Oleh Fak Psikologi
|
|
Senin, 14 Desember 2009 17:10 |
1. Bidang Akademis:
Fakultas Psikologi Universitas YARSI mendelegasikan 3 Mahasiswanya yaitu:
- Sultan Fatahillah Ang. 2007,
- Anindya Yuniar Ang. 2007, dan
- Karina Ramadiza Ang. 2008.
Untuk mengikuti acara Scientific Time Of Psychology (STOP) yang diadakan oleh Universitas Surabaya (UBAYA) pada tanggal 9-14 November 2009. Acara STOP merupakan satu dari 3 acara utama, yaitu: National Student Conference, Debate,dan Psycholimpic.
Universitas dari DKI Jakarta yang terpilih untuk mengikuti acara ini adalah Universitas YARSI, UPH,dan UNTAR. Tim dari fakultas psikologi Univ. YARSI hanya mengikuti National Student Conference. Pada acara National Student Conference ini, tim dari YARSI menjadi pemakalah karya ilmiah dan menerangkan poster.
Pada hari pertama, 9 November 2009 tim mempresentasikan makalah dengan judul “Budaya Seksualitas dan Pornografi di Perkotaan”, dan Pada hari kedua 10 November 2009 tim mempresentasikan Poster dengan judul “Pornomedia dan Perilaku EksiBISsioNIS”.
Pada setiap acara ada sesi untuk Tanya jawab, para peserta pun sangat antusias terhadap presentasi yang disampaikan oleh tim dari UY. Tim Psikologi UY juga aktif bertanya dan berdiskusi dalam kegiatan tersebut.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Kolom Dosen -
Fakultas Psikologi
|
|
Oleh Melok R. Kinanthi, M.Psi
|
|
Selasa, 08 Desember 2009 14:21 |
|
Memahami Evan Brimob
Tulisan ini tidak hendak membenarkan perilaku Evan, anak muda anggota Brimob yang beberapa waktu lalu melontarkan pernyataan “Polri tidak butuh masyarakat, masyarakatlah yang membutuhkan Polri“ di status facebook. Tak lama setelah menulis status arogannya, Evan kebanjiran komentar keras bernada kontra dari kalangan Netters.
Salahkah perilaku Evan?
****
Apakah perilaku seseorang dapat diprediksi?
Pertanyaan tersebut menjadi isu penting di kalangan ilmuwan psikologi selama bertahun-tahun.
Secara umum terdapat tiga pendapat mengenai bagaimana asal muasal timbulnya perilaku seseorang dalam suatu situasi tertentu.
|
|
Update terakhir pada Selasa, 08 Desember 2009 14:23 |
|
Selengkapnya...
|
|
Kolom Dosen -
Fakultas Kedokteran
|
|
Oleh dr. Ferryal Basbeth, SpF
|
|
Kamis, 19 November 2009 09:13 |
|
Malakah Dosen tentang "Etik Terkait Resusuitasi Jantung Paru" oleh Ferryal Basbeth dan Budi Sampurna. Lihat disini |
|